Jumat, 24 Oktober 2014

Jalan Itu Semakin Terlihat


Hari hujan, hawa dingin. Kami tetap beranjak. Agak lama memang menunggu keberangkatan awal, namun kami tetap giat. Suasana di mobil tidak terlalu terasa, dengan kami yang bersepuluh di dalam mobil dayah sudah terlihat penuh. Aku hanya diam melihat-melihat apa yang terlihat di sepanjang perjalanan. Yang lain ada yang sedang bersenda bahkan ada yang hanya fokus kepada kertas yang berisi ayat-ayat serta sejarah yang telah dirangkumnya sendiri.  Tujuan perjalanan ini adalah balai kota.

Bergantian turun dari mobil dan mencari tempat perhelatan. Ditunjukkan arah, kami menuju ruangan yang telah disediakan. Rintik-rintik hujan yang terus membasahi kepala dan kacamata ini juga terus mendampingi kami. Kami tiba di ruangan yang agak mewah itu.
Hawa semakin dingin di dalam, dengan pendingin ruangan yang juga membuat tangan ini sangat kaku untuk hanya sekedar membuka fathurrahman.

Acara dimulai dengan cabang tilawah dewasa. Kami coba untuk memantapkan persiapan yang ada. Lembar demi lembar kami telusuri, berusaha untuk memahami setiap huruf yang tertulis. Namun itu tidak semudah yang dibayangkan. Candaan kami pun tak lepas seiring berjalannya waktu. CM dan Jamal begitu sering bolak-balik kamar mandi. Entah apa yang mereka rasakan, namun suhu saat itu memang agak mengerikan.

Dilanjutkan dengan syarhil, juga tafsir. Setelah menunggu sekitar 3 jam dengan mengulang dan bersenda, kini saatnya giliran fahmil quran. Bel serta mikrofon-mikrofon disiapkan untuk kelima regu yang akan bertanding. Kami --aku dan CM-- yang hanya membawa nama sebagai juara 4 Banda Aceh lalu pun harus siap melawan mereka yang berpengalaman di kancah Provinsi itu. Memang ini hanya uji coba, namun harus ada sesuatu yang kami tunjukkan pada semua "Kami juga ada, kami juga bisa!"

"Me and CM. versus the world!" 

Kami mengambil undian yang menentukan regu apa yang kami tempatkan. Inilah daftar regu yang ada : 

a. Banda Aceh putra sementara: AkuRIAB dan CMRIAB.
b. Aceh Besar putra (tamu) Agus Lijar RIAB」, Qusyairi KubaRIAB」, Aqil FarhaniRIAB
c. Banda Aceh putri sementara ???「???」???「???
d. Aceh Besar putra (kuta malaka - tamu) Al-Hafidh AkbarRIAB」, Jamalul MukmininRIAB」, MuhajirinRIAB
e. Aceh Besar putri (tamu) ???「???」???「???」???「???

Kami melewati babak pemerataan dengan lumayan lancar, hanya terbuang 25 poin dari poin maksimal yang dapat diraih. Namun itu termasuk yang terkecil diantara yang lain. Hanya berjarak 25 poin juga lah dengan akhi agus dkk. yang menjadi pemuncak. 

Namun seperti kelemahan kami sebelum-sebelumnya, kami selalu tak berkutik dilontaran, fathurrahman dan mawaris. Kami harus mengakui kelambatan kami. Namun, hasil sepenuhnya tidaklah buruk dibayangkan. Kami akhirnya melampaui target, dan berhasil memegang kendali di posisi kedua.

Mungkin bagi mereka para tamu, ajang uji coba ini bukanlah suatu yang penting. Namun bagi kami sendiri ini adalah tempat dimana kami harus membuktikan bahwa kami layak untuk menjadi bagian dari formasi permanen Kota Madya Banda Aceh di MTQ Provinsi Aceh tahun 2015 mendatang di Nagan Raya. Sekian.

"Bismillahirrahmanirrahim... perjalanan ini dimulai!" #141018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar