Jumat, 03 Maret 2017

Nyctophile

Sebuah kaki berjalan dengan adanya menyapa rerumputan yang tak segan untuk memeluknya. Ketika sebuah hati telah menyapa yang bahkan tidak bisa disapa. 

Ketika ia tak mengetahui ada seseorang yang sedang setia menunggu disudut persimpangan. Melewati waktu tanpa harus beranjak pergi. Dan ketika sang rembulan telah menyapa seluruh alam semesta untuk diajaknya bernostalgia. Tentang rawa yang didiami para ikan yang selalu bercanda ketika sang pelepah telah jatuh.

Ia berjalan hanya sendiri, menembus kegelapan. Tak ditemani apapun, tanpa kecuali sapaan sang rembulan. Dia hanya ingin berpikir tentang bagaimana cara ia berpikir. Selangkah demi selangkah, ia tapakkan kakinya bertemu tanah. Dan mulai perlahan berlari hingga ia terjungkal. Namun ia tak pedulikan kakinya yang luka. Dia lari mengejar sang takdir.

Di tengah mimpi indah ibunya, ia berlari sendirian di tengah savana yang luas. Bermandikan cahaya rembulan yang dingin dan mengikat. Rekahan senyumnya tak bisa terbantahkan. Ia sang bintang. Sang bintang yang kesepian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar