Sabtu, 25 Mei 2013

Akhirnya Ku Melihatnya (On Demand)


"Kriiiiiiiiingggggg...!!!" 

         Suara alarm yang berdering keras itu berhasil menghentikan perjalanan panjang di alam mimpi seorang anak remaja yang baru saja mengecap bangku kuliah ini. Ia mencoba membuka kelopak matanya perlahan-lahan. Walaupun terasa begitu berat, dia tetap terus berusaha sampai terlihat olehnya koper-koper, baju-baju, dan banyak alat serta peralatan lainnya bertebaran di sana-sini, sehingga membuat kamar tidurnya sangat berantakan bak kapal pecah. Dengan sambil mengumpulkan seluruh nyawa yang masih belum hinggap secara utuh di tubuhnya itu dia berusaha untuk bangun. Dia mencoba melihat ke arah alarm, terlihatlah angka 06.15 berwarna merah yang sedang berkedip-kedip di sana. Ia coba menyisingkan kain gorden yang menutupi radiasi matahari itu sehingga membuat kamarnya lebih terang. Ia sedu segelas kopi untuk menemani pagi harinya itu. Lalu terlihatlah secarik kertas menempel di pintu kulkasnya. Kertas yang memuat tulisan "4Sept.Jakarta.Afi" itu seakan membuatnya makin memantapkan hatinya untuk pergi. Saat itu tiba-tiba terdengar ketukan yang asalnya dari pintu depan kamat kosnya. Saat ia membukanya, terlihatlah sosok laki-laki berambut cepak yang tingginya kira-kira sekitar 180cm membawa sebuah ransel yang tampak penuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar